Untuk kita renungkan bersama

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka memasukan api kedalam perutnya dan mereka menjebloskan diri sendiri kedalam api yang berkobar (neraka) [QS 4:10]

Selamat Jalan Almarhumah Ibunda Hajjah Hasri Ainun Besari Habibie

Munchen Jerman, Inalilllahi Wainalillahi Rojiunn, Sabtu 22 Mei 2010 tepat pukul 17.30 waktu Jerman (22.30 WIB) telah berpulang ke Rahmatullah Alhamrhumah mantan Ibu Negara Republik Indonesia, Ibunda Hajah Hasri Ainun Besari Habibie dalam usia 72 tahun, Beliau dirawat di LMU Klinikum Munchen, Jerman, sejak Maret 2010.  Akibat  tumor pada paru-parunya dan dalam waktu sebulan beliau sudah menjalani 12 kali operasi pengangkatan tumor.

Semoga Amal dan Ibadah beliau semasa hidupnya diterima disisi Allah Swt … amieeennn [dd/mei2010]

MENGAPA HARUS BEKAM ?

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ada suatu pertanyaan “asing” yang mesti kita jawab dan renungkan yaitu : “Apakah Anda pernah mendengar istilah Bekam (hijamah)?. Apakah Anda pernah di Bekam ?”.  Berbahagialah apabila Anda menjawab “pernah”.

Sayangnya, menurut hasil sebuah survey, sebagian besar kaum muslimin belum pernah mendengar istilah Bekam apalagi yang pernah di Bekam.

Kenyataan ini sungguh memprihatinkan karena Bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman nabi Musa AS dan dikukuhkan syariatnya pada zaman Rasulullah SAW yang akhirnya berkembang keseluruh dunia hingga saat ini.

Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Rasulullah SAW yang sangat lengkap ini. Diantara sebagian ilmu kedokteran Rasulullah SAW yang dilupakan itu adalah Bekam. Sebaliknya dunia barat terus melakukan penelitian tentang Bekam, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak mengakui sebagai warisan Rasulullah SAW.

Dr.Amir Muhammad Sholih. Beliau adalah Dosen Tamu di Universitas Chichago, yang juga peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural serta bagian dari anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika.

Menurut beliau, pengobatan dengan Bekam tengah dan telah dipelajari pada kurikulum kedokteran di Amerika. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena pengobatan Bekam yang terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan dengan Bekam dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur.

Namun yang membedakan terapi Bekam dengan terapi akupunktur ialah pada terapi tusuk jarum reaksi yang dihasilkan hanyalah sebatas perangsangan, sedangkan pada terapi Bekam selain proses perangsangan, juga terjadi proses pergerakan aliran darah.

Hal senada diungkapkan oleh Dr.Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Beliau mengemukakan, “Riset juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi Bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga Bekam bisa diterapkan sebagai terapi pendamping pengobatan medis.”

Dalam Islam ada metode DETOKSIFIKASI (membuang racun) yang sesuai dengan sunah Rasulullah SAW yaitu Al Hijamah (Bekam). Al Hijamah  atau Bekam adalah suatu metode pengobatan untuk mengeluarkan darah yang mengandung toksid (racun)  yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan tubuh manusia  melalui permukaan kulit.

Toksid atau racun yang berasal dari pencemaran air/udara, makanan yang mengandung zat pewarna, penyedap masakan sintetis, nikotin rokok, sayuran yang disemprot dengan pestisida dan obat-obatan yang berkatagori keras, sangatlah sulit diuraikan/dinetralkan oleh tubuh manusia, dari beberapa penelitian yang telah dilakukan di bidang kedokteran kurang dari 30 %  zat-zat tersebut dapat diuraikan/dinetralkan oleh tubuh manusia, dapat kita bayangkan akibatnya bila hal tersebut terjadi secara terus menerus, dari hari-ke hari, bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun.

Tubuh manusia yang terlalu banyak mengandung toksid atau racun akan mengakibatkan terjadinya ganggunan-gangguan kesehatan dalam  tubuhnya, satu diantaranya adalah penyumbatan aliran darah dalam tubuh atau lebih dikenal dengan istilah kedokteran “Statis Darah.”  Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut dapat dipastikan penyakit-penyakit seperti stroke dan  jantung,  akan menyerang tubuh manusia.

Karena begitu berbahayanya efek dari toksid atau racun dalam tubuh manusia, maka kedua zat tersebut haruslah dikeluarkan dari tubuh manusia, salah satu solusi yang pernah Rasulullah SAW anjurkan adalah Al Hijamah atau Bekam yaitu suatu proses mengeluarkan zat toksid atau racun melalui permukaan kulit manusia.

Memang untuk mengeluarkan 100 % zat-zat tersebut bukan suatu pekerjaan yang mudah seperti membalikkan telapak tangan, namun dengan beberapa proses pengobatan Bekam (Hijamah)  Insya Allah hal tersebut dapat diminimalisir sampai ketingkat yang paling rendah.

“Kalaulah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan

untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalan HIJAMAH”

[Shahih sunan Abu Daud Al Albany. 2/731]

Al Hijamah atau Bekam juga sangat sesuai dengan tujuan pengobatan Islam yaitu CURATIVE (perawatan) dan preventive (pencegahan). Dengan melakukan Bekam atau Hijamah bagi umat muslim, selain timbulnya kesadaran untuk memproteksi diri dari segala bentuk ganggunan penyakit yang ada,  kitapun telah menghidupkan kembali salah satu sunah Rasulullah SAW dalam hal pengobatan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari Bekam atau Al Hijamah adalah :

  1. Mengeluarkan darah kotor baik yang terracuni  maupun darah statis, sehingga peredaran darah yang tersumbat menjadi lancar kembali.
  2. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk dibawah permukaan kulit seseorang  menyebakan rasa berat dan malas untuk beraktivitas, akibatnya orang tersebut akan terserang obesitas (kegemukan), oleh karena itu darah kotor yang ada dibawah permukaan kulit harus dikeluarkan (di Bekam).
  3. Menajamkan penglihatan, tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan mata akan menjadi terganggu, oleh sebab itu dengan diBekam akan membuka kembali saluran darah yang tersumbat ke mata sehingga mata dapat melihat dengan terang dan jelas kembali.
  4. Menghilangkan berbagai macam penyakit, Rasulullah Muhammad SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan melakukan Bekam atau Hijamah. Terutama yang berkaitan dengan terjadinya penyumbatan peredaran darah dalam tubuh dan darah kotor.

Semoga bermanfaat bagi kita semua [@dd-mei2010]

CINTA & Do’a Rasulullah Muhammad SAW (kedua)

al-Hujwiri dalam bukunya Kasyf al-Mahjub menuliskan “Andaikata dunia hendak meraih cinta, ia tak akan mampu dan andaikata ia akan menolaknya, ia juga tak akan mampu, karena cinta itu adalah anugrah, bukan suatu hasil usaha. Cinta Berasal dari Tuhan”

Cinta pada Tuhan seringkali dimaknai dengan kepatuhan untuk menjalankan perintahnya serta ketakutan untuk menerjang larangan-larangannya. Disini cinta sangat erat kaitannya dengan iman, kepercayaan atau keimanan pada Tuhan membuat seorang sufi yang dirasuki atau mencari cinta ilahi beriman kepada Tuhan  dengan melakukan segala aturan yang sudah Dia tetapkan dalam kita suci. Dalam diri pecinta Tuhan, melakukan perintah-perintah Tuhan dan menyembah-Nya bukan lagi karena adanya rasa takut akan siksa, tetapi lebih karena kecintaan yang begitu dalam kepada-Nya serta ketakutan akan terpisah dari-Nya.

“Ketakutan kepada api neraka, jika dibandingkan dengan ketakutan akan berpisah dengan Sang kekasih (Tuhan), ibarat setetes air yang dijatuhkan kedalam samudera yang luas” (Dhun Nun al-Misry)

Jadi, kepatuhan pada Tuhan bukan lagi karena ancaman siksa-Nya atas mereka yang melanggar larangan-larangan dan tidak melakukan perintah-Nya, tetapi lebih pada upaya mendekatkan diri dan melakukan sesuatu demi Sang kekasih (Tuhan) agar kedekatan itu tetap terjaga.

Tuhan tidak lagi dipandang sebagai Dzat yang siksanya begitu pedih, akan tetapi  Tuhan dianggap sebagai Dzat yang penuh cinta kasih, maha pengampun, maha penyayang dan maha indah.

Ketika cinta sudah bersemayan dalam jiwa, maka Tuhan tidak harus ditakuti lagi, karena pecinta tidak akan takut dengan kekasihnya. Dia mematuhi perintah dan larangan-Nya, karena memang dia butuh untuk memuaskan cinta dalam dirinya. Para sufi selalu mengingat (dzikir) Sang Kekasih karena mereka dikuasi oleh perasaan yang begitu dalam (maghlub) akan Kekasihnya.

Dalam diri seorang sufi selalu memandang inti dari suatu karena ketergantungan  dan keterpedayaan akan bentuk luar seringkali membawa manusia jauh dari yang “ada” Seseorang seharusnya tidak terjebak dengan bentuk luar dari sesuatu, karena itu hanyalah sesuatu yang tertangkap oleh indera. Padahal dalam semesta raya ini, hal yang tidak tertangkap oleh indera jauh lebih banyak dan manusia telah dikaruniai akal dan perasaan untuk menangkap dan memahami semua itu.

Sebagai contoh misalnya dalam hal makanan, seseorang lebih memandang berharga dan mulia sepotong daging dibandingkan dengan seiris tahu atau tempe. Padahal yang membuat semua itu berharga hanyalah rasa lapar.

Jika seseorang sedang  berada dalam sebuah perahu di tengah lautan dan kehausan, maka setetes air yang sejuk akan jauh lebih berharga daripada satu peti emas yang tidak bisa menghilangkan rasa haus. Di mata seorang arif semua sama, baik itu satu sen, satu rupiah, seekor kucing ataupun seekor singa.

Dalam sebuah kesempatan Jalaludin Rumi pernah berkata Ketika engkau ditanya. “apakah cinta itu ?” Jawablah. “Cinta adalah membuang keinginan”. dan  al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum ad-Din menyatakan, “Aku mau penyatuan dengan Dia.” Dalam kedua pernyataan mistikus besar Islam tersebut terdapat apa yang disebut ketulusan yang mengandaikan sebuah usaha untuk menekan “Keakuan” agar pencinta bisa benar-benar dekat dengan Tuhan.

“Cinta orang yang sudah mati tidak abadi, sebab yang sudah mati tidak akan kembali” tapi cinta yang hidup lebih segar dari kuncup yang baru bersemi, baik bagi mata batin maupun lahir.

Pilihlah cinta yang hidup abadi, yang tidak akan pernah berakhir, yang memberikan kita anggur, yang menambah kekuatan jiwa”.

Sajak di atas menunjukan bagaimana cinta yang diinginkan para sufi. Mereka mendambakan cinta yang abadi, cinta yang tidak lapuk oleh perjalanan waktu dan pergantian ruang, cinta yang berasal dari yang abadi . Oleh karena itu seorang pencinta begitu mendambakan untuk bisa menyatu dengan Sang Kekasih walaupun dengan mengorbankan kedirian dirinya. Selama pecinta belum mampu mengatasi keakuannya, maka dia tidak akan pernah bisa menggapai cinta-Nya.

Cinta adalah leburnya pecinta ke dalam diri Kekasihnya atau dengan kata lain, cinta berarti masuknya sifat-sifat Kekasih kedalam diri sang pecinta. Sehingga ketika cinta sudah begitu jauh memasuki hati dan kesadaran seorang pecinta, maka terjadilah penyatuan dengan Sang Kekasih. Begitulah cinta para sufi. CInta yang membawa mereka kepada Yang Abadi, yang tidak pernah mengenal kehancuran. Cinta para sufi merupakan sebuah jalan yang akan membawa seseorang kepada-Nya.

Meskipun cinta sufistik menuntut sebuah kepatuhan, kepasrahan, ketulusan dan peleburan antara seorang pecinta dengan Sang Kekasih, namun bukan berarti seorang pecinta akan memakai segala cara untuk membela Kekasihnya, seorang pecinta sejati tidak akan pernah membenci apalagi menggunakan kekerasan untuk membela Kekasihnya, karena cinta bukan lawan dari kebencian, Toleransi, penghargaan dan penghormatan terhadap sesamalah yang merupakan satu kesaksian cinta.

CInta tidak berarti bahwa hidup di dunia harus diabaikan dan ditinggalkan, ada kerja keras di dunia yang harus dilakukan seorang pecinta. Sebagai manusia, ia dituntut untuk melakukan suatu kerja keras, berkemauan dan disiplin dalam menjalani hidup, karena itulah yang akan mampu membedakan manusia dengan malaikat dan setan.

Kemauan, kerja keras dan disiplin merupakan hal-hal yang wajib dilakukan, bukan hanya dalam hidup Ukhrawi tapi juga diniawi. Dengan melakukan sesuatu didunia, seorang manusia akan semakin sadar dengan keberadaan dirinya  dan memberikan kesaksian akan cintanya kepada Tuhan. Satu hal yang sering menjadi persoalan adalah timbulnya keterikatan dan ketergantungan manusia pada dunia.

Dalam hidup ini hati harus kosong dari keterikatan duniawi, karena itulah  yang akan bisa membuat jiwa selamat dari gelombang besar kehidupan yang mengombang-ambingkan kesadaran manusia.

Kehidupan adalah sebuah perahu yang ada ditengah-tengah lautan sementara hal-hal duniawi adalah air.  Jika saat berlayar, perahu itu diisi penuh dengan air,  maka perahu itu akan cepat tenggelam apabila dihantam gelombang ombak, namun jika perahu itu diisi air secukupnya maka perahu itu akan tetap sanggup mengembang dan berlayar  hingga ketujuan.

Hal itulah yang pernah dimintakan Rasulullah Muhammad SAW dalam do’anya kepada Tuhan sekaligus kekasihnya. Allah swt.  (HM-Gg/April 2010)

CINTA & Do’a Muhammad SAW (pertama)

Satu Lagi Pelaku Pemerkosa Bocah SD diBali Tertanggkap

Denpasar – Satu persatu pelaku pemerkosaan bocah SD yang terjadi di kota denpasar berhasil dibekuk jajaran Kepolisian Polda Bali. Setelah Senin kemarin 19 April 2010 salah satu pelaku pemerkosaan bocah SD yang bernama  I Made Sumarjaya berprofesi sebagai seorang Satpam di kantor Kilat Tugu Canggu tertangkap, hari ini Kamis 22 April 2010 sore, Kepolisian Polda Bali berhasil menangkap satu lagi pelaku pemerkosaan yang benama “Salvador Da Costa” seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Bali yang berasal dari Timor Leste.

Dari informasi yang berhasil digali, pelaku ditangkap tim gabungan Polsek Denpasar Selatan dan Poltabes Denpasar ditempat persembunyiannya didaerah Pemogan Denpasar Selatan yang selanjutnya langsung dibawa ke Poltabes Denpasar guna penyelidikan lebih lanjut.    Dikalangan komunitasnya pelaku dijuluki “Pendekar Cabul” karena kebiasaannya yang suka menyambangi tempat-tempat prestitusi yang ada di kota Denpasar.

Poltabes Denpasar akan terus mengembangkan pengusutan dari penangkapan Salvador Da Costa. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengaku hanya memperkosa seorang korban yang tinggal di Jalan Pulo Moyo, Denpasar.

Jika dibandingkan dengan sketsa wajah yang telah disebarluaskan di kalangan masyarakat, wajah Salvador  Da Costa tidaklah sama dengan sketsa wajah yang dibuat polisi. Diduga, orang dengan luka gores di kanan wajah adalah pelaku perkosaan lima anak lainnya. Untuk itu polisi masih menyelidiki kemungkinan tersangka merupakan satu kelompok atau jaringan dengan pelaku lain yang hingga kini belum tertangkap.

Berkaitan dengan itu pihak kepolisian menghimbaui seluruh lapisan masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan, apabila mengenali atau menemukan seseorang yang mempunyai ciri-ciri yang serupa dengan sketsa yang telah disebarluaskan, agar segera menginformasikan kepada pihak kepolisian terdekat. [Gg/Apr2010]

CINTA & Do’a Muhammad SAW (pertama)

“Ya Allah , berilah aku cinta-MU dan cinta mereka yang mencintai-MU dan cinta yang membuatku mendekati-MU, dan buatlah cinta-MU lebih kucintai daripada air yang sejuk”

Itu adalah salah satu do’a yang pernah diucapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dalam kelimat tersebut tersimpan sebegitu mengharapkan akan cinta ? Bagaimana cinta orang-orang yang mencintai Tuhan sehingga Rasulullah Muhammad SAW begitu berharap untuk mendapatkannya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang jelas, karena saat ini, pohon cinta seolah telah bercabang begitu banyak dan kita seringkali kebingungan untuk memilih yang mana.
Setiap hari di media-media cetak ataupun elektronik lewat bibir para selebritis, politisi hingga mubaligh, kata “cinta” seringkali muncul dan menyerbu masuk dalam lorong kesadaran kita. Ada cinta kepada Tuhan, cinta tanah air, cinta kekasih, cinta ibu, cinta perubahan dan cinta-cinta lainnya. Begitu banyaknya kata cinta yang terdengar namun cinta yang terlihat tampaknya tidak sebanyak yang bisa terdengar. Cinta sebagai kata-kata telah menutup dan menyembunyikan dirinya dibalik tabir yang begitu tebal.
Dalam buku syair sufi “Fihi ma Fihi” yang ditulis oleh Jalaludin Rumi seorang penyair sufi terbesar di kawasan Persia, mengatakan bahwa “Kata-kata adalah bayangan kenyataan, hanyalah dahan kenyataan. Kata-kata adalah dalih”
Kalimat tersebut di atas menyatakan bahwa “katak-kata hanyalah satu dari sekian dahan pohon kenyataan, namun ia seringkali mampu menyembunyikan batang pohon itu dalam rimbunnya dedaunan.
Begitu juga dengan kata “cinta”. Cinta adalah bayangan dan tanda dari seuatu yang lain, yang jauh dari dalam. Cinta ada direlung jiwa, ada dalam kesadaran manusia tentang hubungan dengan sesuatu selain dirinya.

Dalam persoalan cinta, kaum sufi mungkin merupakan aktor terbaik yang mampu memerankan peran pecinta yang begitu tulus dan suci, meski kadang-kadang berakhir dramatis dan tidak sesuai harapan. Lalu kenapa harus sufi ? karena sufisme adalah bunga atau getah dari pohon Islam. Pohon yang yang telah memberikan manusia sebuah kebebasan untuk memilih, menyadari, menjalani dan memberikan hidupnya untuk kehidupan. Islam tidak seperti pohon raksasa yang meminta sesembahan.
Islam bersemi dan tumbuh untuk memberikan kesejukan ditengah panas dan gersangnya gurun kehidupan, ia tidak tidak pernah memaksa orang untuk berteduh dibawahnya, karena setiap orang yang kepanasan pasti akan menghampirinya, tinggal dibawahnya untuk mendapatkan naungan dan kesejukannya.
Dibawah pohon besar yang bernama Islam telah lahir pohon-pohon kecil yang ditanam manusia untuk mencukupi hidup, memenuhi kebutuhan dan memuaskan kepentingannya. Pohon-pohon kecil atau bahkan semak-semak itu telah begitu rimbun sehingga sebagian manusia telah menggeser posisinya, menjauh dan tanpa sadar meninggalkan tempat bernaungnya.

Manusia sering menganggap bahwa dengan kekuatan, kekayaan dan akal yang dimiliki bisa mengatasi semua persoalan. Padahal dalam kernyataan seringkali berkata lain. Banyak hal telah membuktikan manusia bukanlah apa-apa dalam belantara semesta ini. Manusia hanyalah satu dari ribuan bahkan jutaan mahluk yang mendiami bumi. Memang manusia saat ini telah mampu menundukan alam dan mengeksploitasinya, namun apakah manusia sanggup menghentikan laju pertumbuhan rambut dan kukunya sendiri, bahkan untuk melihat bagian belakang tubuh sendiri manusia tidak sanggup tanpa dibantu oleh orang atau alat bantu lainnya (kaca). Namun sepertinya hal itu tidak cukup untuk menggugah kesadaran kita bahwa kita bukanlah siapa-siapa dan kita adalah mahluk yang lemah dan penuh keterbatasan.

Stephen Hawking, seorang guru besar matematika di Universitas Cambridge, mengungkapkan rahasia alam dengan sebuah teori lubang hitamnya bahwa , “Semesta raya ini terdiri dari sekian galaksi yang terdiri dari lebih dari seratus milyar bintang, dan bumi adalah satu dari sekian planet yang ada dalam galaksi”. Sementara manusia hanyalah satu dari sekian penghuni bumi. Namun manusia seringkali pongah dan tidak menghiraukan hal-hal yang seperti itu, padahal dalam perputaran siang dan malam, pada bumi, matahari dan bintang-bintang terdapat bukti kebesaran Tuhan, Jika kita sadar siapa diri kita, apa yang kita miliki di antara sekian luas jagad raya ini, niscaya kita akan percaya bahwa ada sesuatu yang bermain dalam semesta kehidupan ini.
Ketika seseorang telah semakin menyadari siapa dirinya, keluasan semesta dan kelemahan-kelemahannya, serta semakin mengenal Tuhan lewat tanda-tanda-Nya, maka bibit awal dari cinta akan mendapat peluang untuk tumbuh dan berbuah dalam diri seseorang. Dalam hal ini manusia percaya akan keagungan dan cinta kasih Tuhan, tidak akan risau, jangan-jangan dia tidak diberi rahmat dan karunia-Nya.
Cinta memang baru bisa lahir ketika seseorang mempunyai pengetahuan atau mengenal Tuhan dan relasi dirinya dengan Tuhan sehingga timbul kesadaran, dan kesadaran itulah memunculkan sebuah keyakinan dan kepercayaan diri yang akan mampu mengatasi pesoalan duniawi.

Jalaludin Rumi dalam sebuah sajaknya menuliskan “ Cinta akan membuat yang pahit menjadi manis. Dan dengan cinta tembaga akan menjadi emas, yang keruh menjadi jernih. Dan dengan cinta , sakit akan menjadi obat. Dengan cinta yang mati akan menjadi hidup. Dan cintalah yang telah menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya”
Sajak tersebut diatas jelas menujukan betapa besar kekuatan cinta, cinta ibarat kekuatan yang mampu merubah segalanya. Cinta adalah sifat manusia yang paling murni.
Tuhan menciptakan nabi Adam AS karena cinta, dan nabi Adam AS membawa citra ketuhanan dalam dirinya. Namun patut dicatat bahwa cinta tak akan lahir tanpa sebuah pengetahuan dan kesadaran.
Pengetahuan dan kesadaran tentang yang dicintai merupakan sesuatu yang mutlak, karena cinta tak aka ada tanpa pengetahuan dan kesadaran.

Begitu juga dengan cinta kepada Tuhan. Pengetahuan dan kesadaran tentang Tuhan bagaikan landasan awal untuk bisa meraih cinta, Jika ingin mendapatkan cinta Tuhan seorang pecinta harulah terlebih dahulu mengenal Tuhan. Lewat dirinya sendiri, lewat alam semesta, pergantian siang dan malam, bukan hanya dengan sekedar penalaran akal, akan tetapi pada pemahaman bahwa dalam semua itu terdapat rahasia Ilahi.
al-Ghazali menuturkan “Orang hanya mungkin mencintai sesuatu yang dikenal” ungkapan tersebut menunjukan bahwa kepekaan dan kemampuan untuk mengenal Tuhan akan mampu membawa manusia kepada cinta. Mengenal tuhan akan memberi implikasi yang dalam bagi kesadaran manusia. Dengan mengenal tuhan lewat tanda-tanda-Nya, manusia akan tahu bagaimana memposisikan diri dihadapan sang pencipta yang sekaligus seorang kekasih.

al-Hujwiri dalam bukunya Kasyf al-Mahjub menuliskan “Andaikata dunia hendak meraih cinta, ia tak akan mampu dan andaikata ia akan menolaknya, ia juga tak akan mampu, karena cinta itu adalah anugrah, bukan suatu hasil usaha. Cinta Berasal dari Tuhan”

CINTA & Do’a Rasulullah Muhammad SAW (kedua)

Bahaya …Ternyata Masih Ada Pelaku Lainnya !!

SAMPAI kapan bisa diungkap kasus pemerkosaan anak di bawah umur?  Sementara korban makin bertambah dengan modus yang sama.  Pihak orangtua siswa agar melakukan pengawasan terhadap anak mereka dan mengajarkan mereka lebih mendekatkan diri pada Tuhan untuk menghindari pelaku yang menggunakan magic dalam aksi mereka. Di pihak sekolah juga diharapkan adanya semacam fasilitas antar-jemput bagi seluruh siswanya. (BaliPost  21April 2010)

Tulisan tersebut diatas salah satu kegalauan hati masyarakat dalam menyikapi persoalan kejahatan pedophilia yang terjadi di Bali akhir-akhir ini, Polisi telah  menangkap  pelaku tindak kejahatan tersebut akan tetapi dari hasil investigasi pihak kepolisian terhadap pelaku IMS,  pelaku hanya mengakui melakukan perbuatan bejat satu kali saja (kejadian di Jl P. Moyo) artinya, pelaku terhadap 5 korban lainnya belum tertangkap dan masih bebas berkeliaran. Maka wajar saja jika pertanyaan seperti tertulis diatas sangat menghantui ketenangan masyarakat kota Denpasar (dydt2010).

ALHAMDULILLAH .. PEDOPHILIA KETANGKAP

Akhirnya tertangkap juga pedophilia yang menebarkan teror sejak awal Februari  2010, Pelaksana Harian Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Zulkarnanen dalam press realesenya mengatakan telah menangkap seorang pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMP  Sapta Andika Denpasar Hindu, Denpasar, Bali. Pelaku adalah seorang satpam yang bertugas di kantor Kilat Tugu Canggu yang bernama I Made Sumarjaya.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaaan secara intensif di Polda Bali. Belum diketahui apakah IMS merupakan pelaku tunggal  terhadap  6 korban bocah SD yang ada di kota Denpasar dan sekitarnya atau ada pelaku-pelaku lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu 2 atau 3 hari kedepan hal tersebut sudah dapat diungkapkan.

Sehubungan dengan itu aparat kepolisian menghimbau kepada masyarakat terutama orangtua agar lebih waspada dan menjaga putra-putrinya sehingga hal ini tidak terulang dikemudian hari.

AWASS … PEDOPHILIA BERGENTAYANGAN DI BALI

Bali digegerkan dengan terjadinya peristiwa penculikan dan pemerkosaan (pedophilia) berantai terhadap 6 bocah sekolah dasar yang terjadi sejak awal tahun 2010 ini.
Korban terakhir tejadi pada hari Sabtu 17 April 2010 di jalan Pulau Moyo Denpasar, tragisnya kejadian tersebut terjadi justru dirumah korban sendiri, sipelaku memanfaatkan situasi rumah korban yang memang sepi,  dimana kedua orang tua korban tidak berada dirumah karena bekerja.

Dari beberapa kesaksian korban yang telah dimintai keterangannya, disebutkan bahwa pelaku mengenakan  jaket hitam, berkendaaraan sepeda motor Yamaha Jupiter dan berkulit sawo matang serta diperkirakan umurnya masih tergolong muda dan mempunyai bekas luka dibagian muka.
Dari keterangan saksi korban pula akhirnya Polisi Daerah Bali dapat membuat sebuah sketsa wajah pelaku pedophilia yang diharapkan dapat segera secara cepat mengungkap kasus yang menjadi perhatian banyak kalangan ini.

Berikut sketsa wajah pelaku pedofilia yang di realese Polisi Daerah Bali hari Minggu 18 April 2010 lalu :

Pedofilia Bali

Dengan direalesenya sketsa wajah pelaku pedophilia ini, pihak kepolisian mengharapkan bantuan dari segenap lapisan masyarakat apabila menjumpai atau mengenali sipelaku agar segera melaporkannya kepada pihak koplisian terdekat. Hal ini penting untuk mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya dikemudian hari.

6 Pantai Terfavorit Di Bali

Inilah  6 pantai terbaik di Bali yang  selalu menjadi perhatian turis domestik maupun manca negara berdasarkan hasil survey Pemda Tingkat I Bali  selama periode tahun 2009.

Keenam pantai terbaik tersebut adalah :

1. Dreamland Beach

Pantai Dreamland adalah sebuah pantai yang direkomendasikan  jika anda ingin melihat sunset dan bermain surfing, sebuah pantai yang dikelilingi oleh tebing curam dari batu gamping dan pantainya berpasir putih. Lokasinya  tidak terlalu jauh dari tempat tujuan wisata terkenal “Pura Uluwatu” dan Garuda Wisnu Kencana tempat pertunjukan seni dan budaya yang bertaraf internasional.

2. Geger Beach
Pantai Geger terletak didaerah yang tidak terlalu jauh dari kawasan hotel-hotel elite di Nusa Dua atau dan termasuk wilayah Tanjung Benoa, pasir pantainya putih  dan menjadi favorit bagi para turis mancanegara karena pantai ini menghadap langsung ke Samudera Indonesia yang pada bulan oktober sampai dengan maret ombak di pantai itu cukup besar dan sangat tepat buat peselancar yang ingin menguji keganasan ombaknya.

3. Padang Padang Beach
Pantai Padang Padang  adalah salah satu pantai yang cukup terkenal dikalangan peselancar dari dalam dan luar negeri karena keganasan ombaknya, lokasinya  dekat dengan Pura Uluwatu jimbaran, jika anda ingin menyaksikan suasana sunset yang spektakuler, jangan lewatkan pantai ini.

4. Blue Ocean Beach
Pantai Blue Ocean juga dikenal sebagai Double Six Beach karena  lokasinya tepat di depan Bar dan diskotik Double Six, sebuah tempat keramaian malam yang sudah terkenal ke mancanegara. Para turis domestik maupun mancanegara lebih memlilih tempat ini untuk kegiatan renang dan menyaksikan matahari tenggelam (sunset) hanya beberapa yang bermain sufing.

5. Padang Bai Beach
Pantai Padang Bai adalah salah satu pantai yang termasuk disukai oleh turis mancanegara, selain pantainya indah, berpasir putih dengan ombak pantai selatan yang besar,  restoran didaerah ini cukup murah, mungkin faktor ini yang membuat turis mancanegara senang ke pantai ini.
Lokasi pantai ini tidak terlalu jauh dari pelabuhan laut Padang Bai yang menghubungkan pula Bali  dengan Pulau Lombok.
Susana yang masih alami dengan Lagunan yang ditambah perahu-perahu kecil nelayan (jukung)  menambah daya pikat pantai ini untuk dikunjungi.

6. Lovina Beach
Pantai Lovina terletak di daerah Bali Utara atau kurang lebih 20 sampai 25 Km dari kota Singaraja (80-90 Km dari kota Denpasar), pantai ini lebih menawarkan wisata bahari salah satunya adalah pertunjukan atraksi lumba-lumba yang biasanya sering muncul dan mengikuti perahu wisatawan pada pagi hari.
Dengan menyewa perahu nelayan  yang siap di beberapa titik pantai anda akan dapat menyaksikan kehebatan dan kelucuan lumba-lumba beratraksi, jika anda mujur kemungkinan anda dapat memegang dan mengelus lumba-lumba itu.

Photo lainnya :

This slideshow requires JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.